Sejarah Lengkap HPA Indonesia dan HPA Internasional

Pak Arief Hercahyanto
(TOP LEADER NASIONAL):

Bismillah....

Saya bergabung di HPA 3 April 2003. Masuk lingkaran atas (leader nasional) setelah 7 tahun kemudian. Insyaa'Allooh cukup tahun tentang perkembangan HPA di Indonesia. Juga HPAI

HPA masuk Indonesia awal tahun 2000. Berakhir kiprahnya di Indonesia Maret 2012.

Ada 3 periode perjalanan HPA di Indonesia:

▶ 2000-2009 PT HPA (H. Ismail) bekerja sama dengan PT Garmaputra (untuk impor produk) dan PT Wahida Indonesia (untuk distribusinya), yang keduanya dimiliki oleh keluarga almarhum Bapak Kiemas Taufiq Mochtar. Ada 2 perusahaan berbeda karena aturan di Indonesia, perusahaan yang mendatangkan barang (importir) tidak boleh sekaligus menjadi pengedarnya.
Karena beberapa alasan, pertengahan 2009 Pak Kiemas Taufiq memutuskan tidak melanjutkan kerja sama dengan HPA. Lalu H. Ismail membuat perusahaan sendiri di Indonesia sebagai kepanjangan tangan dari HPA.
Sampai saat ini PT Wahida Indonesia masih memasarkan sendiri produk kopi radix (coklat) dan minyak butbut yang resepnya semuanya dari H. Ismail.

▶ 2009-2012 PT Alwahida Marketing Internasional (AWMIT) yang statusnya merupakan karyawan dari H. Ismail. Alhamdulillah, sempat mengalami masa kejayaan di tahun kedua setelah kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat yang melihat profil H. Ismail sebagai pemilik dan yang mengembangkannya. Di jajaran top leader, dari puluhan orang yang aktif di era Wahida Indonesia, hanya 2 orang saja yang memutuskan untuk ikut perusahaan lama yang mendirikan MLM berbeda. Selebihnya, semua solid di belakang H. Ismail. Produk di masa ini juga sebagian besar masih sama dengan era sebelumnya karena hampir semua didatangkan dari Malaysia. Kelangkaan stok (terutama kopi radix) menjadi PR yang tidak terselesaikan sampai akhir periode ini karena masih dull impor. Karena ada ketidaksinkronan antara H. Ismail dengan karyawannya yang ditigaskan disini akhirnya mereka dipecat lalu AWMIT dibekukan. Semua leader dan mitranya menuntut manajemen untuk menunaikan hak bonus di bulan Februari dan Maret yang tidak dibayarkan. Bahkan sampai masuk ke pengadilan. Tapi dicabut beberapa bulan kemudian karena merasa iba dengan kondisi para penanggung jawab manajemen AWMIT yang kemudian menjadi menderita setelah diberhentikan oleh H Ismail karena dianggap tidak amanah (dibelit hutang ratusan juta bahkan ada yang sampai stroke). Tapi beberapa produk yang dulu diedarkan AWMIT masih ada di pasaran sekarang, yakni di antaranya Minyak Herba Jawi 99 (ganti nama dari Minyak Butbut yang hak edarnya sudah dikuasai Wahida Indonesia).

▶2012-...
Setelah masa kekosongan dan ketidakjelasan akibat manajemen dibubarkan dan perusahaan dihentikan, beberapa leader yang memang sudah diamanahi sebagai perwakilan agen di seluruh Indonesia (tim 17, yang awalnya bertugas untuk menyusun support system dan memberi masukan terstuktur untuk membenahi AWMIT) akhirnya memutuskan untuk membentuk perusahan baru yang bernama HPAI. Alhamdulillah, H Ismail mendukung sepenuhnya karena sejak beberapa waktu sebelumnya beliau memang ingin memandirikan Indonesia lewat AWMIT dan fokus di pasar Malaysia yang saat itu sudah mulai surut. Sayangnya rencana beliau terhadap AWMIT tidak berjalan lancar. Akhirnya harapan baru disematkan ke HPAI. Bahkan beliau yang meminta agar Pak Agung Yulianto yang menjadi Presdir karena telah berpengalaman mengelola perusahaan dan salah satu leader terbaik HPA saat itu. H Ismail juga yang meminta agar Ustadz Muslim Yatim dan Pak Erwin Chandra menjadi komisaris untuk mengawasi manajemen. Beliau sendiri memang tidak terlibat secara langsung dalam pengelolaan HPAI karena alasan di atas. Tetapi beliau mendapat bagian saham walaupun tanpa pengikutsertaan modal (golden share) untuk menghargai jasanya mengembangkan HPA di Indonesia. Beliau juga masih menjadi suplier herba sebagai bahan baku kopi radix, radix IQ, dan MBB. Jadi masih sangat kita muliakan sebagai guru besar ilmu pengobatan yang sekarang dikembangkan melalui KHT.

Lanjutan...

HPAI merupakan penerus tongkat estafet perjuangan H Ismail dan para agen melalui HPA. Apapun kisah yabg melatarbelakanginya, HPAI tumbuh sedemikian luar biasa. Dimulai dari 0, bahkan minus, sekarang sudah menjelma menjadi sebuah lembaga bisnis muslim yang diperhitungkan kawan maupun 'lawan'.

Sebagai gambaran bagaimana saat HPAI baru dibentuk, waktu itu omzet di era AWMIT sudah mencapai 16 M. Itupun dengan segenap daya yang luar biasa. Tetapi semuanya menjadi habis saat AWMIT dinyatakan dibekukan oleh H Ismail. Produk kosong. Dari puluhan hanya tinggal duo G: Gamalife dan Green Palapa (alhamdulillah sekarang bertransformasi menjadi Gamat Kapsul dan N Green yang sementara masih suspended). Manajemen tidak jelas. Leader kebingungan. Para agen kehilangan arah. Saat itu saya masuk di level leader Top 30 Nasional. Bonus saya yang sudah di angka belasan juta, langsung terjun bebas menjadi 500 ribu... 😄 (Pak Kur pasti masih ingat momen tersebut)

Dengan ridlo Allooh SWT, manajemen baru HPAI bahu membahu dengan para leader untuk mengerjakan 2 hal yang sama sulitnya: mengokohkan HPAI (mencari produk, menambah modal, mengurus perizinan) serta mengembalikan kepercayaan para agen (belum sampai 3 tahun Wahida Indonesia tak lagi memasarkan produk HPA, yang cukup menimbulkan goncangan di kalangan agen, lha kok sekarang malah perusahaannya tutup dan ganti manajemen baru).

Alhamdulillah tsummalhamdulillah, Allah SWT sayang dengan HPAI (semoga demikian seterusnya). Diberikan berbagai jalan yang menjadi solusi. Banyak agen yang sama sekali baru yang bergabung. Mereka tidak punya 'beban sejarah' HPA sehingga siap menatap tegak masa depan bersama HPAI. Kesigapan manajemen berpadu dengan kesungguhan para leader. Banyak terobosan baru yang dilakukan untuk membuat break through. Memanfaatkan teknologi IT (HSIS, AVO, hpai mobile) yang bisa membuat efisiensi (karyawan era AWMIT 150 orang, sekarang hanya 60-an), BC dimiliki oleh agen (dulu merupakan kepanjangan tangan perusahaan, sehingga modal, pengawasan, dan sebagainya menjadi beban manajemen), dan berbagai terobosan lainnya.

'Alaa kulli hal, HPAI sekarang sudah beromzet rerata di atas 20 M per bulan. Jumlah yang belum pernah dicapai di era sebelumnya. Agen bertambah ribuan dalam sebulan (dulu angka 1000 agen baru itu tercapai dalam beberapa bulan, sekarang sebulan bisa mencapai 3000 agen baru), LED (agen HPAI yang berbonus minimal 7 juta per bulan mencapai 147 orang, yang mana saat AWMIT dulu dengan syarat lebih ringan jumlahnya hanya 60-an). Ibarat kendaraan, kita sudah merasakan bagaimana naik Carry, lalu Avanza. Nah, sekarang sudah pakai Pajero dan potensial untuk menjadi Ferrari Insyaa'Allooh. Tinggal pertanyaan untuk kita, apakah jadi penumpang yang baik, jadi penonton, atau bahkan (na'udzu billahi mindzalik) menjadi pencemooh dari luar arena...

Sudah banyak yang membuktikan, tidak harus mencari orang luar biasa untuk diajak bergabung bersama HPAI. Tetapi Insyaa'Allooh akan menjadi luar biasa ketika berjuang bersama-sama. Karena kita kecipratan keikhlasan orang-orang sholih yang ada disini, ikut mendapat bagian kebaikan ketika para pasien mendoakan HPAI. Serta mendapat royalti pahala saat mitra-mitra terjauhkan dari yang haram dan syubhat, baik itu dalam bentuk yang dikonsumsi maupun maisyahnya karena tergantikan dengan apa yang didapat dari HPAI...

Jadi kalau dikatakan HPAI adalah sempalan, pecahan, atau istilah apapun yang menunjukkan konotasi negatif, dari HPA, maka itu salah besar. Karena setiap tahapan tadi ada sejarahnya. Para pelaku yang berbeda. Manajemen HPAI berbeda sama sekali dengan HPA. Produknya beda. Karena memang HPAI adalah perusahaan yang berbeda. Persamaannya hanya 2, sama-sama kita kenal berada di Indonesia serta sama-sama bercita-cita besar untuk menjadikan ummat Islam sebagai rohmat bagi seluruh alam. Seperti juga Majapahit dan Indonesia yang mengukir sejarah masing-masing, begitu pula HPA dan HPAI. Tak perlu dipertanyakan mana yang lebih baik. Tapi tanyakanlah pada diri kita sendiri, apa peran kita untuk menjadikan masa depan keluarga kita (keluarga inti, keluarga seagama, keluarga sebangsa) lebih baik dari kita sekarang. Bersama HPAI Insyaa'Allooh kita bisa berkontribusi yang terbaik. 
*(sumber : http://mutmainnah-ideris.blogspot.co.id/2016/02/hpa-indonesia.html)*

Share
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.

LATEST ARTICLES

1 komentar:

Saya tertarik dengan artikel yang ditayangkan pada blog ini saya tunggu artikel terbaru nya

Post a Comment

Terima Kasih Rekan-Rekan Dari Berbagai Daerah Telah Menggunakan Produk dan Mempercayai Layanan Kami